Dengan harga Rp250 per saham, nilai penawaran untuk seluruh saham publik yang menjadi objek VTO mencapai sekitar Rp22,33 miliar.
Pemegang saham publik yang tidak bersedia menjual sahamnya dalam VTO tetap akan menjadi pemegang saham IPAC. Namun, setelah delisting efektif, seluruh saham perseroan tidak lagi tercatat di BEI dan IPAC akan berstatus sebagai perusahaan tertutup.
Adapun RUPSLB yang akan membahas rencana go private dan delisting IPAC dijadwalkan pada Selasa, 20 Oktober 2026.
(DESI ANGRIANI)