“Langkah ini menjadi bagian dari kesiapan perseroan mendukung ekosistem logistik yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
IPCC mencatat volume kendaraan completely built-up (CBU) secara kumulatif hingga April 2026 tercatat mencapai 295.262 unit atau tumbuh 6,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen truk dan bus menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 59,10 persen menjadi 101.354 unit, sedangkan volume alat berat meningkat 8,42 persen menjadi 11.094 unit.
Kinerja tersebut sejalan dengan pemulihan industri otomotif nasional. Data GAIKINDO menunjukkan wholesales nasional periode Januari-April 2026 mencapai 289.787 unit atau naik 12,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Sementara produksi domestik tumbuh 9,5 persen menjadi 403.815 unit dan ekspor CBU meningkat 10,4 persen menjadi 159.662 unit.
IPCC juga mencatat pertumbuhan penanganan kendaraan listrik. Volume electric vehicle (EV) meningkat dari 2.329 unit pada Januari menjadi 3.916 unit pada April 2026. Perseroan juga mulai menangani ekspor kendaraan hybrid seiring meningkatnya tren elektrifikasi industri otomotif nasional.
Perseroan mengandalkan integrasi layanan melalui pendekatan Cargo Distribution Management (CDM), termasuk dukungan inland transportation guna meningkatkan efisiensi distribusi kendaraan dari lokasi produksi menuju pelabuhan maupun sebaliknya.