IDXChannel - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang kuartal I-2026. Pada periode tersebut, perusahaan di bawah Subholding Pelindo Multi Terminal itu, membukukan laba bersih sebesar Rp52,81 miliar, tumbuh 3,21 persen secara tahunan.
Capaian ini mencerminkan ketangguhan IPCC dalam menjaga stabilitas bisnis melalui konsistensi penerapan strategi efisiensi serta optimalisasi dan peningkatan kapasitas operasional di tengah ketidakstabilan kondisi geopolitik global. Ketahanan terhadap kondisi bisnis yang dinamis serta efektifitas pengalokasiaan anggaran berdasarkan skala prioritas menjadi faktor pembeda untuk mengarungi tahun 2026.
Dari aspek pendapatan, IPCC mengumpulkan Rp202,21 miliar pada kuartal I-2026, turun tipis 0,52 persen dibandingkan periode yang sama 2025 seebsar Rp203,27 miliar. Penurunan tersebut merupakan dampak dari penurunan trafik akibat penundaan aktivitas ekspor ke wilayah Timur Tengah.
Kontribusi pendapatan perseroan secara konsolidasi menempatkan aktivitas layanan terminal sebagai fondasi utama dengan proporsi pendapatan per kargo 77 persen CBU, 10 persen Truck/Bus, 9 persen Alat Berat dan 4 persen General Kargo.
Seiring program pemerintah mendorong hilirisasi komoditi pertambangan dan rencana untuk swasembada pangan melalui program cetak sawah baru di luar pulau Jawa juga menjadi alasan meningkatkan aktivitas bongkar muat untuk kargo Truck/Bus serta Alat Berat. Berbagai strategi bisnis yang telah diterapkan juga membuahkan hasil posifit seperti layanan In-land transportation, PDC (Pre Delivery Centre), Port Stock, serta VPC (Vehicle Processing Centre).
Berdasarkan neraca keuangan, kinerja IPCC menunjukkan kondisi yang sehat dan memiliki fundamental yang kuat dengan peningkatan aset 7,9 persen dari Rp1,89 triliun dari periode yang sama tahun 2025 menjadi Rp2,04 triliun pada kuartal I-2026. 2026.
“Pertumbuhan kinerja keuangan IPCC pada Q126 didapatkan melalui strategi keuangan yang ketat serta berbagai inovasi pada bidang komersial untuk memaksimalkan pendapatan serta memperluas cakupan bisnis Perseroan seiring dengan tagline baru yaitu Integrated Auto Solutions," kata Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro melalui keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Wing mengatakan, kenaikan perolehan laba disebabkan langkah perseroan menerapkan efisiensi dalam setiap penggunaan anggaran dan berorientasi pada pendapatan langsung tanpa mengorbankan aspek kesehatan dan keselamatan pada kegiatan operasional. Hal ini mendorong profitabilitas di mana margin laba bersih pada kuartal I-2026 meningkat menjadi 26,12 persen dengan margin EBITDA yang juga menanjak menjadi 45,6 persen.
Guna menghadapi tantangan bisnis, menjaga kualitas layanan, serta memastikan kepuasan pelanggan, IPCC berupaya melakukan peningkatan kapasitas melalui ekspansi lahan penumpukan kendaraan pada area sekitar perseroan yang dimiliki Pelindo Regional 2 Tanjung Priok. Hal ini menjadi prioritas utama perseroan pada 2026 yang diharapkan memberikan tambahan sekitar 1.000 slot kendaraan.
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi menilai, capaian pada kuartal I-2026 menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kinerja perseroan sepanjang tahun.
“Kami meyakini bahwa resiliensi bukan hanya tentang bertahan di tengah tekanan, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dan tumbuh secara berkelanjutan. Melalui disiplin efisiensi, penguatan kapasitas, serta penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang konsisten, IPCC akan terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sugeng.
Ke depan, IPCC terus mendorong kinerja yang lebih optimal melalui sinergi operasional, inovasi layanan, serta penguatan strategi keberlanjutan sebagai landasan utama dalam menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis.
(Rahmat Fiansyah)