AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Jadi yang Terbesar, Izin Bank Syariah Indonesia Segera Terbit

MARKET NEWS
Rina Anggraeni/Sindonews
Selasa, 19 Januari 2021 15:45 WIB
Merger tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan bernama Bank Syariah Indonesia secara legal prosesnya akan segera selesai.
Jadi yang Terbesar, Izin Bank Syariah Indonesia Segera Terbit. (Foto : MNC Media)

IDXChannel -Merger tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan bernama Bank Syariah Indonesia secara legal prosesnya akan segera selesai. Diungkapkan Ketua Project Management Office (PMO) Bank Syariah BUMN Hery Gunardi, saat ini pihaknya masih menunggu izin merger dari OJK yang bakal terbit dalam minggu ini.

"Saya rasa ini proyek di mulai dari bulan Maret tahun lalu. Ini berproses dari bulan ke bulan smapai akhirnya di titik hari ini. Nah, saat ini tentu makin dekat menjelang tanggal 1 Februari. Tinggal legal merger 1 Febuari 2021. Tinggal hitungan hari," ungkap Hery di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Sementara ini, Perseroan masih menunggu pengesahan nama dan logo baru dari Kementerian Hukum dan HAM. Kemudian proses lainnya sudah berjalan dengan baik hingga legal merger terlaksana. Hery berharap jadwal legal merger tidak meleset dari perkiraan.

"Kemudian pengesahan nama baru Bank Syariah Indonesia ke kementerian Hukum dan HAM. Lalu termasuk penggunaan logo Bank Syariah Indonesia dan proses lainnya kami rasa itu berjalan dengan baik dan mohon doa semua semoga tanggal 1 bisa lakukan legal merger dan bisa declare telah lahir Bank Syariah Indonesia yang besar di Indonesia," jelas Hery.

Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN Nawal Nely mengatakan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk Melalui merger, diharapkan skala cakupan dan layanan perbankan syariah bisa semakin menjangkau masyarakat. Terlebih lagi, Bank Syariah Indonesia akan beroperasi dengan mengandalkan keberadaan 1.200 cabang dan 20 ribu lebih pekerja yang tersebar di seluruh Tanah Air.

“Diharapkan dalam peta perbankan di Indonesia BSI akan menduduki ranking 7 atau 8 berdasarkan skala asetnya. Secara global, Bank Syariah Indonesia akan menjadi satu dari top 10 global bank yang islamic. Kemudian efisiensi biaya terhadap pendapatan secara kolektif, normally akan membaik jika skala aset perbankan syariah ini disatukan. Harapannya adanya konsolidasi, rasio biaya terhadap pendapatan ini bisa menurun ke 45 persen hingga 50 persen,” ujar Nawal.

Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas juga berharap proses konsolidasi Bank Syariah Indonesia di 2021 akan berjalan lancar. “It’s a journey and it’s important. Di masa sekarang memang seharusnya konsolidasi dilakukan untuk memperkuat posisi masing-masing player di perbankan, agar bisa menjaga relevansi product offering ke nasabah maupun menjaga governance dari implementasi ekspansi BSI,” pungkas Nawal. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD