AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Jasa Armada Indonesia (IPCM) Sepakat Tebar Dividen Rp109,3 Miliar

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Kamis, 23 Juni 2022 20:37 WIB
IPCM menyetujui membagikan dividen melalui penetapan penggunaan laba Perseroan 2021 dengan dividend payout ratio 80% yaitu Rp109,3 miliar.
Jasa Armada Indonesia (IPCM) Sepakat Tebar Dividen Rp109,3 Miliar
Jasa Armada Indonesia (IPCM) Sepakat Tebar Dividen Rp109,3 Miliar

IDXChannel - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menyetujui membagikan dividen melalui penetapan penggunaan laba Perseroan 2021 dengan dividend payout ratio 80% yaitu Rp109,3 miliar.

Sebelumnya pada 24 Desember 2021 Perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp18,2 miliar atau Rp 3,44 per saham. Sedangkan pembagian dividen tunai diputuskan sebesar Rp91,1 miliar atau Rp17,27 per saham.

Dengan demikian total dividen yang dibagikan adalah sebesar 80% dari laba Perseroan yaitu sebesar Rp 109,3 miliar atau Rp 20,71 per saham untuk pembagian dividen final kepada pemegang saham.

Direktur Utama IPCM, Amri Yusuf menyatakan, kinerja keuangan yang meningkat tajam pada 2021 memungkinkan IPCM melakukan pembagian dividen tahun ini sebesar 80%.

"Hal ini menunjukkan apresiasi serta komitmen Perseroan kepada pemegang saham dan investor yang selalu memberikan dukungan kepada IPCM. Dengan pertumbuhan kinerja yang stabil, dalam 5 tahun terakhir Perseroan dapat secara konsisten melakukan pembagian dividen, dengan dividend payout ratio di kisaran 75%-80% pada tiga tahun terakhir," ujar Amri dalam keterangan resminya usai RUPST IPCM, Kamis (23/6/2022).

IPCM mencatat bahwa pada 2021 IPCM berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 18% menjadi Rp 820 miliar, dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 697 miliar.

Peningkatan pendapatan yang diiringi efisiensi di beban umum dan administrasi serta beban operasi lainnya memungkinkan IPCM berhasil mencapai lonjakan dalam kenaikan laba bersih sebanyak 70% menjadi Rp 136,5 miliar pada 2021.

Selanjutnya, RUPST menyetujui penetapan penggunaan laba Perseroan sebesar Rp 136,5 miliar tersebut yaitu sejumlah Rp 27,3 miliar digunakan untuk cadangan atau sebesar 20%.

Dalam agenda laporan penggunaan dana hasil IPO disampaikan bahwa dari total dana hasil penawaran umum Rp 43,9 miliar telah digunakan untuk modal kerja, Rp 227,2 miliar telah terealisasi untuk pembangunan 4 kapal tunda, sedangkan Rp 90,5 miliar telah dialokasikan untuk pembangunan 1 kapal tunda dan 3 kapal pandu. Sisa Rp 77,7 miliar akan digunakan untuk kebutuhan investasi lainnya pada tahun 2022.

Amri menambahkan, sejalan bertambah besarnya Pelindo pasca merger, IPCM memiliki cakupan wilayah yang semakin luas yang memberikan peluang yang besar bagi Perseroan untuk meningkatkan volume bisnisnya.

"Pada 2021 Perseroan beroperasi di 12 pelabuhan di berbagai wilayah di Indonesia serta berhasil menambah berbagai proyek dan klien di luar grup Pelindo,” ujarnya.  

Tahun lalu IPCM menjalin serangkaian kerjasama baru termasuk dengan PT Jawa Satu Power, PT Pelindo Marine Service, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Pelabuhan Bukit Prima, PT Langlang Laju Layang. 

Sedangkan baru-baru ini IPCM melakukan kerja sama penyediaan kapal tunda untuk pelayanan jasa penundaan kapal di wilayah kerja perairan ship to ship (STS) Nipa, Batam.

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD