Pada Oktober 2025, perseroan menyiapkan dana Rp100 miliar untuk buyback saham. Sepanjang 13 Oktober 2025-12 Januari 2026, perseroan telah memborong 22,4 juta saham JRPT dengan harga rata-rata Rp958, sehingga dana yang dikeluarkan mencapai Rp58,9 miliar.
Yohannes memastikan buyback saham ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan, termasuk likuiditas perseroan. Bahkan, laba bersih per saham diperkirakan meningkat dari Rp70,07 menjadi Rp70,61 seiring berkurangnya saham beredar.
Pada penutupan perdagangan sore ini, harga saham JRPT berakhir menguat 1,4 persen menjadi Rp1.065. Sepanjang 2025, harga saham emiten properti di Bintaro itu menguat hampir 40 persen.
(Rahmat Fiansyah)