IDXChannel - JPMorgan memperirakan permintaan emas dari sektor-sektor utama tidak akan sekuat proyeksi sebelumnya. Kondisi tersebut membatasi potensi kenaikan harga emas menjadi sekitar USD4.300 per troy ons pada kuartal III dan USD4.500 per troy ons pada kuartal IV tahun ini.
Melansir Reuters, Minggu (5/7/2026), bank investasi tersebut menilai proyeksi itu lebih condong ke arah penurunan (downside), terutama jika Federal Reserve memutuskan menaikkan suku bunga lebih cepat didorong data ekonomi Amerika Serikat yang tetap kuat sepanjang sisa musim panas.
Sebelumnya, pada 9 Juni lalu, JPMorgan masih memperkirakan harga emas dapat melonjak hingga USD6.000 per troy ons pada akhir tahun.
Pada perdagangan Jumat, harga emas spot naik 1,3 persen menjadi USD4.174,21 per troy ons, setelah menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni. Sepanjang pekan ini, harga emas telah menguat lebih dari 2 persen.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas, karena investor beralih ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.