AALI
8125
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1310
ACES
1320
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2500
ADHI
730
ADMF
7750
ADMG
240
ADRO
1280
AGAR
400
AGII
1690
AGRO
2630
AGRO-R
0
AGRS
232
AHAP
58
AIMS
426
AIMS-W
0
AISA
222
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
615
AKRA
3510
AKSI
448
ALDO
635
ALKA
234
ALMI
232
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/07/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
449.34
-0.4%
-1.83
IHSG
6106.39
0.08%
+4.70
LQ45
841.82
-0.46%
-3.89
HSI
26192.32
-4.14%
-1129.66
N225
27833.29
1.04%
+285.29
NYSE
16552.38
0.59%
+96.48
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
841,757 / gram

Kasus Covid Menurun, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.482 per USD

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 22 Juli 2021 16:50 WIB
Rupiah ditutup menguat 60 point atas dolar Amerika Serikat (AS) di level Rp 14.482 dalam perdagangan sore ini.
Kasus Covid Menurun, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.482 per USD (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Rupiah ditutup menguat 60 point atas dolar Amerika Serikat (AS) di level Rp 14.482 dalam perdagangan sore ini. Menguatnya alat pembayaran Indonesia ini didorong oleh menurunnya kasus Covid-19 yang sudah cukup jauh di bawah rekor penambahan.
 
Kabar baik dari dalam negeri, Pengamat Rupiah, Ibrahim Assuaibi menerangkan, bahwa kemarin (21/7/2021) penambahan kasus Covid-19 dilaporkan sebanyak 33.772 orang, turun dari hari sebelumnya 38.257 orang.
 
“Penambahan kasus kemarin juga merupakan yang terendah sejak 6 Juli, dan sudah cukup jauh di bawah rekor penambahan 56.757 yang dicatat pada Kamis pekan lalu,” ujar Ibrahim dalam rilis hariannya, Kamis (22/7/2021).
 
Ia mengatakan menurunnya kasus Covid-19 tersebut memperbesar peluang dilonggarkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau yang saat ini disebut PPKM Level 3 dan 4, pada 26 Juli mendatang.
 
Selain itu, Ibrahim juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia (BI) telah merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik. Dimana pandemi virus Covid-19 menjadi pertimbangan utama.
 
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 menjadi 3,5-4,3 persen dari proyeksi sebelumnya 4,1-5,1 persen," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Juli 2021.
 
Dalam keterangannya, Gubernur BI menjelaskan titik tengah dari proyeksi baru itu adalah 3,9 persen. Angka tersebut dinilai masih ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi 2021 lebih tinggi dari titik tengah tersebut.
 
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka  berfluktuatif namun  ditutup menguat  di rentang   Rp14.460 - Rp14.510.  (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD