Kecewa Kinerja Buruk Kabinet Hadapi Covid-19, Jokowi Siap Reshuffle

Market News
Shifa Nurhaliza
4 hari yang lalu
Jokowi memperingatkan dengan tegas Kabinet Indonesia Maju yang tidak mengambil langkah extraordinary atau kebijakan luar biasa di tengah pandemi covid-19.
Kecewa Kinerja Buruk Kabinet Hadapi Covid-19, Jokowi Siap Reshuffle. (Foto: Setkab)

IDXChannel – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan dengan tegas Kabinet Indonesia Maju yang tidak mengambil langkah extraordinary atau kebijakan luar biasa di tengah pandemi Covid-19.

Secara tegas Jokowi akan mengambil langkah extraordinary demi mencegah krisis ekonomi saat ini semakin meluas di tengah Pandemi Covid-19. Bahkan ia mengatakan berani mempertaruhkan reputasi politiknya serta mengambil langkah tegas seperti pembubaran lembaga hingga mengeluarkan Perppu.

“Seharusnya para menteri dan kepala lembaga negara telah mengambil kebijakan-kebijakan dalam menangani situasi krisis dalam tiga bulan ke belakang maupun tiga bulan ke depan. Saya harus ngomong apa adanya enggak ada progres yang signifikan. Itu enggak ada," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet seperti dikutip Okezone, pada Minggu (28/6/2020).

Kecewa dengan kinerja para Menteri Kabinet Indonesia Maju yang masih bekerja biasa-biasa saja saat pandemi Covid-19, Jokowi mengatakan dirinya siap kembali menerbitkan Perppu sebagai payung hukum kementerian dan lembaga dalam mengambil kebijakan.

Jokowi juga menyentil kinerja Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto yang baru menggelontorkan 1,53% dari total anggaran di Kemenkes. Padahal, anggaran di Kemenkes mencapai Rp75 triliun.

“Misalnya saya beri contoh bidang kesehatan, tuh dianggarkan Rp75 triliun, baru keluar 1,53% coba. Uang beredar di masyarakat ke rem ke situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran. Sehingga men-trigger ekonomi," pungkasnya.

Kendati demikian, Jokowi meminta anggaran Kemenkes untuk membayar tunjangan dokter, tenaga medis, hingga peralatan kesehatan lainnya. Selain itu, Jokowi menyinggung terkait reshuflle di Kabinet Indonesia Maju hingga membubarkan lembaga negara dalam mencegah krisis di Tanah Air.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu, sudah," katanya. (*)

Baca Juga