AALI
9275
ABBA
284
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
725
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
810
ADMF
8175
ADMG
177
ADRO
3240
AGAR
310
AGII
2230
AGRO
755
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1150
AKSI
274
ALDO
740
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
545.92
0.82%
+4.43
IHSG
7174.43
0.57%
+40.97
LQ45
1024.34
0.79%
+7.98
HSI
19722.54
-1%
-199.91
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

Kembangkan Mobil Listrik di India, Toyota Group Rogoh Kocek Hingga 48 Miliar Rupee

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Selasa, 10 Mei 2022 17:04 WIB
Upaya pengembangan tersebut sejalan dengan ambisi perusahaan untuk dapat mencapai netral karbon hingga tahun 2050 mendatang.
Kembangkan Mobil Listrik di India, Toyota Group Rogoh Kocek Hingga 48 Miliar Rupee (foto: MNC Media)
Kembangkan Mobil Listrik di India, Toyota Group Rogoh Kocek Hingga 48 Miliar Rupee (foto: MNC Media)

IDXChannel - Toyota Group merogoh kocek hingga 48 miliar rupee atau sekitar 624 juta dolar AS untuk berinvestasi dalam pengembangan mobil listrik di India. Upaya pengembangan tersebut sejalan dengan ambisi perusahaan untuk dapat mencapai netral karbon hingga tahun 2050 mendatang.

"Toyota Kirloskar Motor dan Toyota Kirloskar Auto Parts telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan negara bagian Karnataka senilai 48 miliar rupee. Dana investasi akan disediakan oleh Toyota Industries Engine India," tulis manajemen, sebagaimana dilansir Bloomberg, Minggu (8/5/2022).

Toyota Group tengah menyelaraskan target di industri lingkungan dengan ambisi India untuk menjadi pusat manufaktur. Terlebih, peralihan transportasi di negara Asia Selatan tersebut terbilang lebih lambat dibandingkan yang dilakukan oleh China dan juga Amerika Serikat.

Lambatnya upaya adopsi kendaraan listrik diantaranya karena harga per unit kendaraan yang terhitung mahal, model yang terbatas, dan tidak memadainya fasilitas pengisian daya di India. Seiring dengan mulai terbangunnya sistem rantai pasok, jumlah tenaga kerja yang bisa terserap akan semakin banyak.

Perusahaan layanan konsultasi di India, Crisil, memperkirakan bahwa potensi pendapatan dari perusahaan otomotif India dari kendaraan listrik bisa mencapai 20 miliar dolar AS hingga tahun fiskal 2026 mendatang. Sementara BloombergNEF memprediksi pada 2040, sebanyak 53 persen penjualan mobil baru akan diisi oleh kendaraan listrik di India dan sebanyak 77 persen di China. (TSA/Tirta)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD