AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Toyota Pangkas Produksi 20 Persen di Triwulan II-2022

ECONOMICS
Rista Rama Dhany
Jum'at, 11 Maret 2022 16:27 WIB
Produsen mobil asal Jepang, Toyota Corp kembali mengurangi produksi mobilnya sebesar 20 persen pada triwulan II akibat krisis chip dan suku cadang lainnya.
Toyota Pangkas Produksi 20 Persen di Triwulan II-2022 (FOTO: MNC Media)
Toyota Pangkas Produksi 20 Persen di Triwulan II-2022 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Produsen mobil asal Jepang, Toyota Corp kembali mengurangi produksi mobilnya sebesar 20 persen pada triwulan II akibat krisis chip dan suku cadang lainnya.

Dilansir dari Reuters, Jum’at (11/03/2022), Langkah yang dilakukan pada perusahaan mobil terbesar di Jepang ini adalah untuk mengamati kesulitan rantai pasokan yang membuat industri otomotif global goyah akibat pandemi covid-19 yang berkepanjangan. 

Menurut juru bicara perusahaan, Toyota berencana untuk mengurangi produksi dalam negeri sekitar 20 persen pada bulan April, kemudian 10 persen pada bulan Mei, dan 5 persen pada bulan Juni dari rencana produksi sebelumnya. 

“Produksi masih akan tetap tinggi karena sebelumnya sudah diperhitungkan kebutuhan untuk mengganti produksi yang hilang,” lanjut juru bicara.

Pemasok pembuat mobil ini terpaksa untuk berurusan dengan sejumlah perubahan rencana produksi karena kurangnya chip, dan pengurangan produksi tersebut akan mengurangi sebagian beban perusahaan.

Presiden Toyota, Akio Toyoda mengatakan kepada pekerja “bahwa tanpa adanya rencana produksi yang baik, pemasok berisiko “habis”, sehingga pada bulan April hingga Juni akan menjadi periode "an intentional cooling off",” ujarnya.

Toyota mengundur produksi dalam negeri selama satu hari di awal bulan ini setelah serangan siber terhadap pemasok, yang menyebabkan 13.000 kendaraan berhenti produksi pada hari itu.

Toyota berencana untuk memproduksi sebanyak 11 juta mobil pada tahun fiskal 2022, selama dapat memastikan pasokan chip yang stabil. Sebelumnya saham Toyota turun sekitar 4,4 persen pada hari Jum’at, yang membuat kinerja turun 2,1 persen pada rata-rata benchmark Nikkei 225 Tokyo (N225). (Shafiyyah Salsa)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD