"Pencapaian ini membuktikan bahwa di tengah beragam tantangan yang ada di pasar, kami mampu mempertahankan tren pertumbuhan, yang kami harapkan bisa terus berlanjut hingga ke 2026 ini," ujar Irsyad.
Memasuki triwulan II-2026, PPRI menargetkan penjualan mencapai Rp80,53 miliar atau tumbuh 2,7 persen dibandingkan realisasi pendapatan pada periode sama tahun sebelumnya. Sementara laba kotor ditarget dapat mencapai Rp12,88 miliar, dengan asumsi pertumbuhan sekitar enam persen secara tahunan.
Tak hanya memanfaatkan tren positif yang sedang berjalan, PPRI juga memperkuat kinerja dengan terus meningkatkan kualitas produk dan layanan, sekaligus meningkatkan pengembangan produk di segmen ramah lingkungan.
Di lain pihak, secara penguasaan pasar, PPRI juga berharap bisa memaksimalkan nilai transaksi dari masing-masing klien eksisting, sembari terus melakukan perluasan pasar dengan menggaet klien-klien baru potensial.
"Melalui strategi bisnis yang tepat, kami yakin kinerja Perseroan akan terus tumbuh. Peluang (pertumbuhan) itu masih ada, dan bahkan terbuka lebar seiring dengan perkembangan bisnis mamin nasional. Selain itu, kami juga terus menggenjot kinerja di segmen kemasan nonF&B," ujar Irsyad.
(taufan sukma)