sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ketua The Fed Kevin Warsh Tegaskan Inflasi Jadi Fokus, Ini Poin Pentingnya

Market news editor Shifa Nurhaliza Putri
29/08/2026 09:16 WIB
Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh menyampaikan sejumlah pandangan terkait kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) dalam pidato utamanya.
Ketua The Fed Kevin Warsh Tegaskan Inflasi Jadi Fokus, Ini Poin Pentingnya. (Foto: Ilustrasi)
Ketua The Fed Kevin Warsh Tegaskan Inflasi Jadi Fokus, Ini Poin Pentingnya. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh menyampaikan sejumlah pandangan terkait kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) dalam pidato utamanya pada Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole, Jumat (28/8/2026).

Pidato Warsh menjadi perhatian pasar karena disampaikan di tengah inflasi AS yang masih berada di atas target The Fed, sementara kondisi pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Pernyataan tersebut juga mendorong investor meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026. Mengutip Reuters, Sabtu (29/8/2026), berikut sejumlah poin penting dalam pidato Kevin Warsh:

1. Inflasi Belum Menunjukkan Perbaikan Berarti

Warsh menilai tren inflasi dasar di AS belum menunjukkan perbaikan yang berarti. Menurutnya, stabilitas harga perlu kembali menjadi fokus utama The Fed.

"Saat ini, saya meyakini kondisi pasar tenaga kerja sejalan dengan situasi kesempatan kerja penuh (full employment). Namun, terkait aspek stabilitas harga dalam mandat kami, angka-angka yang ada lebih mengkhawatirkan," ujar Warsh.

The Fed memiliki target inflasi jangka panjang sebesar 2 persen dan menggunakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) sebagai salah satu indikator utama dalam mengukur tekanan harga.

Data terbaru menunjukkan indeks PCE naik 3,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2026. Sementara itu, PCE inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi meningkat 3,3 persen yoy.

2. Inflasi Masih di Atas Target 2 persen

Warsh menyoroti sejumlah indikator inflasi yang menurutnya masih menunjukkan tekanan harga berada di atas target bank sentral.

"Ukuran inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, yaitu perubahan indeks harga PCE dalam periode 12 bulan, tercatat sebesar 3,7 persen, sedangkan perubahan dalam periode enam bulan mencapai 4,1 persen. Angka pembanding dari indeks harga konsumen (CPI) juga menunjukkan tingkat yang tinggi, begitu pula dengan ukuran inflasi inti baik untuk PCE maupun CPI," kata Warsh.

Menurut dia, meskipun tidak ada satu indikator yang dapat menggambarkan kondisi inflasi secara sempurna, berbagai ukuran tersebut menunjukkan arah yang relatif sama.

"Tidak ada satu pun dari ukuran-ukuran ini yang sempurna, namun semuanya menunjukkan gambaran yang serupa: inflasi bergerak di atas target 2 persen kami. Oleh karena itu, fokus utama The Fed saat ini seharusnya tertuju pada masalah harga," tuturnya.

Terakhir kali indeks harga PCE berada di bawah level 2 persen tercatat pada Februari 2021.

3. Pasar Tenaga Kerja Dinilai Sejalan dengan Full Employment

Selain inflasi, Warsh turut menyinggung kondisi pasar tenaga kerja AS. Menurutnya, kondisi pasar tenaga kerja saat ini masih sejalan dengan situasi kesempatan kerja penuh atau full employment. Namun, perkembangan inflasi dinilai menjadi persoalan yang lebih mengkhawatirkan dalam pelaksanaan mandat The Fed.

Pernyataan tersebut muncul setelah data nonfarm payrolls AS sebelumnya menunjukkan pelemahan yang mengejutkan dan menjadi salah satu faktor yang membuat prospek kebijakan moneter The Fed semakin kompleks.

4. Kebijakan The Fed Masih Bergantung pada Perkembangan Data

Dalam pidatonya, Warsh juga membahas panduan kebijakan ke depan (forward guidance) serta kondisi ekonomi terkini. Pernyataan Warsh disampaikan ketika Federal Open Market Committee (FOMC) menghadapi perbedaan pandangan terkait arah kebijakan suku bunga.

Pada pertemuan Juli, The Fed mempertahankan suku bunga. Keputusan tersebut mendapat ketidaksetujuan dari tiga presiden bank sentral regional. Kondisi tersebut membuat data ekonomi berikutnya, terutama inflasi dan ketenagakerjaan, menjadi perhatian pasar dalam memperkirakan keputusan The Fed pada September.

5. Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga September Menguat

Pidato Warsh dinilai bernada hawkish oleh pelaku pasar. Pernyataan tersebut mendorong peningkatan ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC September.

Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga tersebut meningkat menjadi lebih dari 59 persen, dari sekitar 35 persen pada hari sebelumnya.

"Secara umum, komentar-komentar tersebut bernada hawkish," kata Eric Rosengren, mantan Presiden The Fed Boston.

6. Imbal Hasil Treasury Naik

Sikap hawkish Warsh juga tercermin pada pasar obligasi AS. Imbal hasil (yield) Treasury meningkat setelah pidato tersebut seiring aksi jual obligasi.

Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun naik 5,3 basis poin menjadi 4,725 persen. Sementara itu, imbal hasil tenor 2 tahun yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga meningkat 12,2 basis poin menjadi 4,354 persen.

Kenaikan yield Treasury dapat meningkatkan biaya pinjaman bagi konsumen dan pelaku usaha, sehingga menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan investor dalam menilai prospek ekonomi dan pasar saham AS.

Sementara itu, Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Jumat (28/8/2026) setelah investor mencermati pernyataan hawkish Warsh.

Indeks S&P 500 turun 0,3 persen menjadi 7.709,18 poin. Dow Jones Industrial Average (DJIA) berakhir sedikit di bawah posisi datar di level 53.559,34 poin, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,5 persen menjadi 26.402,42 poin.

Meski demikian, secara mingguan S&P 500 dan Dow Jones masing-masing masih naik 0,5 persen, sedangkan Nasdaq mencatat penguatan 0,9 persen.

Sikap The Fed terhadap inflasi dan perkembangan data ekonomi AS selanjutnya akan menjadi perhatian pasar dalam menentukan ekspektasi terhadap arah suku bunga pada pertemuan September.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement