Sebanyak 548 saham menguat, 199 saham melemah, dan 211 sisanya stagnan.
Saham-saham konglomerat berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak indeks pada perdagangan pagi ini.
Sebelumnya, IHSG sempat turun lebih dari 8 persen secara intraday pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026), hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Tekanan tersebut muncul setelah MSCI menyoroti praktik perdagangan serta struktur kepemilikan emiten di Indonesia, sekaligus meminta perbaikan tata kelola pasar.
Di sisi lain, otoritas saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk merespons dan mengatasi persoalan tersebut.
Koreksi kemudian berlanjut pada awal pekan, dengan indeks acuan ditutup melemah tajam 4,88 persen ke level 7.922,73 pada perdagangan Senin (2/2).