Pilah Pilih Saham Solid
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, pada Selasa (3/2/2026), koreksi tajam IHSG belakangan ini terjadi akibat permasalahan struktural terkait regulasi kepemilikan saham, dan tidak berkaitan dengan kondisi fundamental emiten.
Ia menilai kondisi tersebut justru membuka peluang bagi investor, terutama investor pemula, untuk masuk ke pasar saham pada valuasi yang lebih menarik.
“Ini adalah kesempatan berharga bagi para investor, terutama investor pemula, untuk memiliki saham dengan fundamental kuat,” katanya.
Lebih lanjut, Michael menyoroti daya tarik imbal hasil saham di tengah kondisi pasar saat ini. Menurutnya, sejumlah saham di IHSG menawarkan potensi keuntungan yang relatif lebih kompetitif dibandingkan instrumen simpanan.
“Beberapa saham di IHSG saat ini diketahui memberikan dividen yang imbal baliknya lebih besar dibandingkan deposito dan suku bunga,” imbuh Michael.