Sementara, berbeda dengan langkah UBS, Goldman Sachs, dan Nomura yang memangkas rekomendasi mereka untuk saham Indonesia, DBS mempertahankan rekomendasi overweight untuk pasar saham domestik.
Investor disarankan memanfaatkan koreksi harga untuk mengoleksi saham-saham unggulan berkapitalisasi besar dengan valuasi yang lebih menarik.
“Secara fundamental, pandangan kami terhadap Indonesia tetap positif, terutama untuk saham-saham berkapitalisasi besar,” kata DBS.
Saat ini, rasio price to earnings (P/E) IHSG maupun LQ45 masih berada di bawah rata-rata historisnya.
Menurut DBS, sambil menunggu ketidakpastian mereda dan fund aktif global kembali melirik Indonesia, investor tetap disarankan mempertahankan alokasi investasinya di pasar domestik.