Sejalan dengan itu, UOB Kay Hian menurunkan target harga saham ARCI menjadi Rp2.200 per saham dari sebelumnya Rp2.750 per saham. Namun, rekomendasi buy tetap dipertahankan.
Di pasar saham, Kamis (3/9/2026), pukul 09.29 WIB, ARCI diperdagangkan di level Rp1.310 per unit, naik 2,75 persen secara harian. Sepanjang 2026, saham tambang emas ini melemah 19,14 persen.
Sebelumnya, ARCI menghabiskan dana sebesar USD5,6 juta atau setara Rp100,8 miliar dengan asumsi kurs Rp18.000 per USD untuk kegiatan eksplorasi sepanjang semester I-2026.
Perseroan melakukan pengeboran di 157 titik dengan total kedalaman sekitar 44.989 meter di kawasan Tambang Emas Toka Tindung, Sulawesi Utara.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Tambang Emas Toka Tindung terdiri atas dua Kontrak Karya dengan total luas konsesi mencapai 39.817 hektare. Wilayah tersebut berada di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, Sulawesi Utara.