Sementara itu, HomePass Surge mencapai 1,5 juta, meningkat 72 persen secara kuartalan alias bertambah 634 ribu. Hal ini seiring agresifnya ekspansi perseroan membuka jaringan baru.
Total aset WIFI melonjak sebesar 331 persen menjadi Rp12,54 triliun, ekuitas juga naik signifikan sebesar 749,9 persen menjadi Rp8,18 triliun, serta liabilitas meningkat 124,69 persen menjadi Rp4,35 triliun.
DCII Jadi Saham Termahal di Bursa
Emiten data center konglomerat Otto Toto Sugiri, DCII menempati posisi ketiga sebagai saham teknologi dengan pertumbuhan paling tinggi sepanjang 2025.
Saham DCII naik signifikan 409 persen ke harga Rp214.525 per 29 Desember 2025. Saham data center ini sempat menyentuh all time high atau harga tertingginya pada Agustus 2025 di level Rp359.900 per saham, dan menjadikannya sebagai saham termahal di Bursa Efek Indonesia.
Saat ini DCI Indonesia memiliki tujuh fasilitas data center di tiga lokasi yakni di Cibitung, Karawang, dan Jakarta, dengan total kapasitas power potensial hampir mencapai 1.000 megawatt.