IDXChannel – Kinerja emiten tambang logam diperkirakan positif pada kuartal IV-2025, ditopang kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan ekspansi margin, meski volume penjualan relatif terbatas.
Dalam riset yang dirilis Rabu (11/2/2026), BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan sektor metal mining tumbuh sekitar 9 persen secara kuartalan (qoq).
Perbaikan ini sejalan dengan membaiknya harga komoditas serta efisiensi biaya di sejumlah emiten.
Secara profitabilitas, margin laba kotor (gross profit margin/GPM) diperkirakan berada di kisaran 17 persen, sementara margin laba bersih (net profit margin/NPM) sekitar 10,1 persen. Kenaikan ASP dinilai menjadi pendorong utama ekspansi margin pada periode tersebut.
Dari sisi emiten, MBMA dan ANTM diperkirakan menjadi outperformers pada kuartal ini. MBMA ditopang pemulihan kinerja High-Grade Nickel Matte (HGNM), dengan ASP naik sekitar 5 persen secara tahunan (yoy) serta cash cost turun 9 persen yoy.