Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp56,24 miliar, laba tahun berjalan perseroan tercatat Rp163,95 miliar atau naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tercatat sebesar Rp163,95 miliar.
Dari sisi neraca, total ekuitas perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,48 triliun, meningkat 2,1 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp1,45 triliun.
Sementara itu, total liabilitas perseroan meningkat 22,2 persen secara tahunan menjadi Rp870,44 miliar, yang sebagian besar merupakan kewajiban jangka pendek sebesar Rp679,93 miliar.
Adapun total aset DVLA pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp2,35 triliun atau naik 8,7 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Di sisi likuiditas, kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp341,56 miliar per 31 Desember 2025, turun 4,5 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp357,82 miliar.
(Shifa Nurhaliza Putri)