sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kinerja Moncer 2025, Laba JAPFA Tembus Rp4 Triliun

Market news editor Shifa Nurhaliza Putri
29/04/2026 16:26 WIB
JPFA mencatatkan kinerja keuangan yang solid di tahun buku 2025, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4 triliun.
Kinerja Moncer 2025, Laba JAPFA Tembus Rp4 Triliun. (Foto: Doc JPFA)
Kinerja Moncer 2025, Laba JAPFA Tembus Rp4 Triliun. (Foto: Doc JPFA)

IDXChannel - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4 triliun. Hal ini seiring keberhasilan Perseroan menjalankan strategi efisiensi dan inovasi operasional di tengah dinamika industri.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS), manajemen mengungkapkan JAPFA membukukan penjualan neto sebesar Rp60,72 triliun, meningkat dari Rp55,80 triliun pada 2024. Laba usaha turut naik menjadi Rp6,18 triliun dari Rp5,06 triliun.

Adapun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4 triliun, tumbuh signifikan dibandingkan sekitar Rp3,02 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja ini mendorong laba per saham (EPS) meningkat dari Rp260 menjadi Rp344 per saham.

Dari sisi neraca, total aset JAPFA tercatat sebesar Rp40,06 triliun, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp20,02 triliun, mencerminkan fundamental keuangan yang semakin solid.

Direktur JAPFA, Leo Handoko, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi Perseroan dalam menjalankan strategi operasional yang adaptif.

“Pencapaian ini mencerminkan fokus kami pada efisiensi, inovasi, dan peningkatan kualitas di seluruh segmen usaha. Kami berkomitmen menghadirkan produk dan layanan terbaik sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Leo.

Kinerja positif JAPFA ditopang oleh kontribusi seluruh lini bisnis. Segmen pakan ternak memperkuat efisiensi melalui penerapan teknologi, optimalisasi energi alternatif, serta strategi segmentasi produk. Segmen pembibitan unggas terus memperluas kapasitas lewat modernisasi fasilitas dan peningkatan penetrasi pasar domestik maupun ekspor.

Di sisi lain, segmen peternakan komersial tetap menjadi kontributor utama, didukung inovasi kandang closed house dan penguatan kemitraan peternak. Sementara itu, segmen hilir seperti pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen terus mendorong inovasi dan peningkatan kapasitas produksi. Segmen budidaya perairan juga mencatat pertumbuhan melalui ekspansi pasar ekspor serta penguatan dukungan teknis kepada pelanggan.

Leo menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh tim dan mitra bisnis.

“Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi, memperluas pasar, serta memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement