IDXChannel - PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel menilai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak memberikan dampak negatif terhadap kinerja perseroan.
Manajemen NCKL menjelaskan, sebagian besar pendapatan perusahaan, khususnya dari segmen pengolahan nikel, berasal dari kegiatan ekspor yang seluruh hasil penjualannya menggunakan mata uang dolar AS (USD).
"Pendapatan Perseroan dari segmen pengolahan nikel secara keseluruhan berasal dari kegiatan ekspor, dengan hasil penjualan yang dilakukan dalam mata uang USD," tulis manajemen menjawab pertanyaan Bursa dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).
Sementara itu, pada segmen penambangan nikel, meskipun pembayaran penjualan diterima dalam mata uang rupiah, penetapan harga bijih nikel tetap mengacu pada dolar AS.
Perseroan menjelaskan, harga jual bijih nikel mengacu pada Harga Patokan Mineral (HPM), yang perhitungannya didasarkan pada harga nikel di London Metal Exchange (LME). Nilai tersebut kemudian dikonversi ke dalam rupiah saat transaksi dilakukan.
Dengan mekanisme tersebut, fluktuasi nilai tukar dolar terhadap rupiah tidak memberikan tekanan terhadap bisnis NCKL. Sebaliknya, eksposur pendapatan yang berbasis dolar membuat perseroan relatif terlindungi dari pelemahan nilai tukar rupiah.
"Oleh karena itu, secara keseluruhan penguatan nilai tukar USD tidak memberikan dampak negatif bagi Perseroan," ujar manajemen.
Pada kuartal I-2026, Harita Nickel membukukan laba bersih sebesar Rp2,71 triliun, melonjak 63,7 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp1,65 triliun.
Namun, pendapatan perusahaan tercatat turun 4,5 persen menjadi Rp6,81 triliun dari periode sebelumnya Rp7,12 triliun.
(DESI ANGRIANI)