Namun, prospek komoditas pertanian dan energi dinilai kurang menggembirakan karena pasokan yang melimpah dan permintaan yang relatif lemah membatasi ruang kenaikan harga.
“Permintaan logam terlihat solid, baik dari sisi industri maupun ritel,” ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, dikutip Reuters.
Ia menambahkan, faktor fundamental berupa permintaan bank sentral serta posisi investor menjelang perkiraan penurunan suku bunga AS pada 2026 masih tetap terjaga.
Sepanjang 2025, harga perak melonjak 161 persen dan menembus level USD80 per troy ons untuk pertama kalinya. Sementara itu, emas menguat 66 persen.
Kenaikan perak turut didorong oleh statusnya sebagai mineral kritis di Amerika Serikat, keterbatasan pasokan, serta level persediaan yang rendah.