Sebagai catatan, kakao justru menjadi salah satu komoditas terkuat pada 2024, dengan harga di New York melonjak 178 persen akibat gagal panen di Afrika Barat, kawasan produsen utama.
Harga gula mentah dan kopi robusta juga tertekan, masing-masing kehilangan sekitar seperlima nilainya sepanjang 2025.
Kedelai di Chicago diperkirakan menutup 2025 dengan kinerja positif. Pemulihan impor China dari Amerika Serikat (AS) setelah meredanya ketegangan hubungan kedua negara menghapus sebagian besar kerugian yang sempat terjadi pada paruh awal tahun.
Sebaliknya, gandum dan jagung diperkirakan berakhir melemah karena pasokan global yang melimpah.
Harga minyak sawit Malaysia turun 9 persen sepanjang 2025 akibat pasokan berlebih, meski pasar diperkirakan mendapat dukungan dari mandat biodiesel Indonesia.