sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kinerja Saham Prajogo Pangestu 2025, CDIA Catat Pertumbuhan Tertinggi

Market news editor Kurnia Nadya
02/01/2026 13:31 WIB
Dari keenam perusahaan milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk mencatatkan kinerja pertumbuhan harga tertinggi.
Kinerja Saham Prajogo Pangestu 2025, CDIA Catat Pertumbuhan Tertinggi. (Foto: Barito Pacific)
Kinerja Saham Prajogo Pangestu 2025, CDIA Catat Pertumbuhan Tertinggi. (Foto: Barito Pacific)

IDXChannel—Simak kinerja saham milik Prajogo Pangestu sepanjang 2025. Dari enam perusahaan yang sahamnya dimiliki konglomerat pendiri Barito Group, PT Candra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan kinerja harga tertinggi. 

Perusahaan investasi anak usaha PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) ini melangsungkan IPO pada 9 Juli 2025 dengan harga penawaran Rp190 per saham. Penawaran perdana CDIA menjadi salah satu yang terbesar pada tahun lalu. 

Sejak IPO, CDIA pernah mencapai puncaknya di harga Rp2.320 per saham, sebelum akhirnya kembali ke rentang Rp1.700-Rp1.800 per saham. Sejak 9 Juli, harga CDIA tumbuh 552,34 persen hingga akhir Desember 2025. 

Pada puncak harganya (Rp2.320/saham), pertumbuhan harga saham tersebut mencapai 806,25 persen, terjadi pada 10 Oktober. Dari IPO ini CDIA mengantongi dana segar sebanyak Rp2,37 triliun yang salah satunya digunakan untuk suntikan modal ke anak usahanya. 

Pada urutan kedua ada PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan pertumbuhan harga sebesar 298 persen sepanjang tahun. Pada awal 2025, PTRO dijual di harga Rp2.745 per saham, lalu pada akhir tahun ditutup di harga Rp10.925 per saham. 

Saat ini PTRO masuk dalam indeks MSCI Small Caps Indonesia. Saham batu bara ini mulai meninggalkan rentang harga Rp2.000-Rp3.000 per saham pada pertengan Juli dan terus menanjak hingga akhir tahun. 

Pada perdagangan pertama 2026, saham ini diperdagangkan di kisaran Rp11.250 per saham. Dengan harga pasarnya saat ini, valuasi PTRO mencapai Rp113,47 triliun. Adapun rasio harga dibanding nilai buku (PBV) mencapai 27,80 kali.   

Lalu pada posisi ketiga ada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan pertumbuhan harga sebesar 247,87 persen. Pada awal 2025, BRPT masih dihargai di level Rp940 per saham. Kemudian pada pertengahan Mei, harga sahamnya mulai lepas landas. 

Sepanjang tahun lalu, saham perusahaan induk Barito Group ini mencapai puncak harganya pada Rp4.280 per saham, terjadi pada 10 Oktober 2025. Pada harga tertingginya ini, kinerja BRPT tembus 355 persenan. 

Pada perdagangan Jumat 2 Januari 2026, BRPT diperdagangkan di kisaran Rp3.250 per saham. Dengan harga ini valuasi Barito Pacific mencapai Rp305,17 triliun. 

Lalu di urutan berikutnya adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan pertumbuhan harga 98,31 sepanjang tahun, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang tumbuh tipis 2,37 dalam tahun. 

Satu-satunya saham milik Prajogo Pangestu yang mencatatkan penurunan harga sepanjang 2025 adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), yakni sebesar -6,67 persen. Saham ini dibuka di harga Rp7.500 pada awal tahun, ditutup di Rp7.000 pada akhir tahun. 

Saham BREN sempat mencatatkan penurunan panjang pada empat bulan pertama 2025. Pada awal tahun, BREN mengalami tren turun dengan penurunan terdalam sebesar 55 persenan, terjadi pada 8 April 2025. 

Berikut ini daftar kinerja saham milik Prajogo Pangestu sepanjang 2025: 

  1. CDIA 552,34 persen
  2. PTRO 298,00 persen
  3. BRPT 247,87 persen
  4. CUAN 98,31 persen
  5. BREN 2,37 persen
  6. TPIA -6,67 persen

Itulah ulasan singkat tentang kinerja saham milik Prajogo Pangestu 2025. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement