IDXChannel - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengumumkan pengunduran diri Lim Bing Tjay dari kursi Komisaris Independen. Pengajuan tersebut disampaikan pada 31 Maret 2026.
"Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri Bapak Lim Bing Tjay selaku Komisaris Independen perseroan pada tanggal 31 Maret 2026," ujar Head of Legal & Corporate Secretary ERAA Amelia Allen dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, pengunduran diri tersebut adalah karena alasan pribadi.
Selanjutnya untuk memenuhi POJK 33/2014 dan anggaran dasar perseroan, permohonan pengunduran diri Lim Bing Tjay selaku Komisaris Independen perseroan akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan terdekat.
Sebagai informasi, Lim Bing Tjay lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Informatika NOVI, Amsterdam di Belanda pada 1971.
Lim Bing Tjay memiliki 29 tahun pengalaman di berbagai posisi penting/strategis sebagai Direktur Utama/CEO di berbagai World Class Multinational Companies serta perusahaan IT dan Telekomunikasi di Indonesia. Sebelumnya, Lim Bing Tjay juga memiliki 11 tahun pengalaman di berbagai posisi Senior Management di beberapa perusahaan IT besar di Belanda.
Lim Bing Tjay pertama kali menjabat sebagai Komisaris Independen ERAA pada 2011 berdasarkan Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2011 dan diangkat kembali untuk periode ketiga berdasarkan Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa PT Erajaya Swasembada Tbk Nomor 13 tanggal 19 Maret 2025.
Lim Bing Tjay tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pemegang Saham Utama perseroan maupun dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan Direksi perseroan.
Kinerja ERAA
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) meraih kinerja cemerlang sepanjang 2025. Perseroan mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih hingga dua digit meski dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat.
Perusahaan ritel teknologi milik istri Aguan tersebut membukukan penjualan bersih Rp76,6 triliun, tumbuh 17,3 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp65,3 triliun. Segmen telepon seluler dan tablet, terutama dari merek Apple dan Samsung masih mendominasi penjualan Erajaya dengan porsi 78 persen dari total penjualan.
Segmen telepon seluler dan tablet menyumbang penjualan Rp60,1 triliun, tumbuh 14,7 persen. Segmen komputer dan peralatan elektronik lainnya tercatat Rp3,1 triliun, tumbuh 15,7 persen. Selain itu, segmen aksesoris dan lain-lain mencapai Rp11,9 triliun, melesat 39,7 persen.
Laba bersih Erajaya meningkat 15,9 persen menjadi Rp1,19 triliun dengan laba per saham Rp74,98. Margin laba bersih terjaga di level 15,8 persen.
(Dhera Arizona)