sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per USD

Market news editor Anggie Ariesta
30/07/2026 15:39 WIB
Mata uang Garuda turun 38 poin atau 0,21 persen ke level Rp18.111 per USD.
Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per USD. Foto: iNews Media Group.
Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per USD. Foto: iNews Media Group.

Sementara Ketua Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers mengatakan bahwa pengetatan di pasar telah banyak membantu para pembuat kebijakan. Dia menambahkan komite akan segera bertindak jika tekanan inflasi meningkat.

Dari internal, para ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 akan berada antara 4,8 persen sampai 4,9 persen. Proyeksi itu jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi periode sebelumnya atau kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen.

Perlambatan ini dipicu tekanan dari tingginya biaya produksi akibat gejolak global, pengetatan kebijakan moneter, hingga ketidakpastian tata kelola fiskal di dalam negeri.

Sementara itu, angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada 2026 diproyeksi berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen. Proyeksi pertumbuhan setahun penuh itu juga berada di bawah target pemerintah yang mencapai 5,4 persen. 

Pasar juga fokus terhadap ketidakpastian mengenai suksesi pimpinan bank sentral setelah Perry Warjito mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), tekanan fiskal daerah, dan hambatan ekspor mineral. Selain itu, pelaku pasar juga bersiap menyambut rilis data domestik penting pekan depan, termasuk data inflasi Juli, data perdagangan Mei, cadangan devisa dan PDB kuartal kedua serta Indek Kepercayaan Konsumen (IKK).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement