OPEC+ memang menyepakati kenaikan produksi minyak sebesar 206.000 barel per hari untuk April pada Minggu, namun sebagian besar pasokan tersebut tetap harus dikirim keluar dari Timur Tengah menggunakan kapal tanker.
“Analogi historis terdekat menurut kami adalah embargo minyak Timur Tengah pada 1970-an, yang mendorong harga minyak naik 300 persen menjadi sekitar USD12 per barel pada 1974,” ujar SVP Refining, Chemicals and Oil Markets Wood Mackenzie Alan Gelder.
Ia menambahkan, “Itu setara hanya sekitar USD90 per barel dalam nilai 2026. Melampaui level tersebut di pasar saat ini yang khawatir terhadap kehilangan pasokan dalam jumlah besar tampak sangat mungkin.”
Investor juga harus mencermati serangkaian data ekonomi AS pekan ini, termasuk survei manufaktur ISM, penjualan ritel, dan laporan ketenagakerjaan yang krusial.
Setiap pelemahan data berpotensi mengguncang kepercayaan terhadap ekonomi setelah kuartal keempat yang mengecewakan, namun sekaligus kemungkinan memperbesar peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).