AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Konflik Eropa Timur Memanas, Harga Minyak Melambung

MARKET NEWS
Oktiani Endarwati
Senin, 24 Januari 2022 17:21 WIB
Harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh tanda-tanda memanasnya tensi di Eropa Timur dan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan.
Harga minyak bergerak bullish didorong memanasnya tensi di Eropa Timur dan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan.  (Foto:  MNC Media)
Harga minyak bergerak bullish didorong memanasnya tensi di Eropa Timur dan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak terpantau bergerak bullish didukung oleh tanda-tanda memanasnya tensi di Eropa Timur dan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan. Selain itu, indikasi kesulitan OPEC+ dalam memenuhi target produksinya juga turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut.

"Memanasnya ketegangan geopolitik antara Rusia dengan Ukraina membuat pemerintah AS pada hari Minggu memerintahkan duta besar beserta keluarga staf untuk segera meninggalkan Ukraina. Langkah AS tersebut menunjukkan sinyal keadaan darurat sewaktu-waktu di Ukraina, terlebih Rusia dilaporkan telah mengumpulkan pasukan dekat perbatasan Ukraina, yang sekaligus memicu kekhawatiran akan terjadinya gangguan pasokan di Eropa Timur," ujar Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Girta Yoga dalam laporannya, Senin (24/1/2022).

Selain Eropa Timur, ketegangan geopolitik juga terlihat di Timur Tengah. Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi melarang operasi penerbangan bagi sebagian besar drone pribadi dan pesawat olahraga pribadi selama sebulan. Keputusan tersebut dibuat menyusul serangan melalui drone yang dilakukan oleh milisi Houthi Yaman pada pekan lalu.

Masih dari Timur Tengah, kepatuhan produksi negara produsen minyak OPEC beserta sekutunya dilaporkan naik menjadi sekitar 122% pada bulan Desember, ungkap dua sumber pada hari Sabtu. Data tersebut mengindikasikan bahwa beberapa negara anggota OPEC+ seperti Nigeria dan Angola masih terus berjuang untuk meningkatkan produksinya. Berita itu yang sekaligus menguatkan pernyataan yang dilontarkan sebelumnya dari International Energy Agency (IEA) bahwa produksi yang dicapai OPEC+ pada bulan Desember lebih rendah 790.000 bph dari kuota yang disepakati.

"Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di Rp1.240.000 - Rp1.260.000 per barel serta kisaran Support di Rp1.200.000 - Rp1.180.000 per barel," jelas Girta. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD