sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Konflik Timur Tengah hingga Pertemuan The Fed Uji Wall Street Pekan Depan

Market news editor Nia Deviyana
14/03/2026 17:35 WIB
Investor akan mencari kejelasan bagaimana konflik yang melibatkan AS-Israel versus Iran itu bakal mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.
Konflik Timur Tengah hingga Pertemuan The Fed Uji Wall Street Pekan Depan. Foto: AP.
Konflik Timur Tengah hingga Pertemuan The Fed Uji Wall Street Pekan Depan. Foto: AP.

IDXChannel - Konflik Timur Tengah yang masih memanas masih akan menjadi ujian bagi bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street pekan depan.

Investor akan mencari kejelasan bagaimana konflik yang melibatkan AS-Israel versus Iran itu bakal mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.

Adapun para pembuat kebijakan di Federal Reserve (The Fed) akan menggelar pertemuan pada 17-18 Maret mendatang, di mana dampak guncangan energi terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi sorotan.

Pasar kini mulai memangkas ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga setelah konflik tersebut, meskipun harapan penurunan suku bunga sebelumnya menjadi salah satu sumber optimisme utama bagi investor saham yang bersikap bullish tahun ini.

"Fed akan menjadi pusat perhatian, terutama mengingat pasar telah mendorong kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga ini," kata Senior Global Investment Strategist di Edward Jones, Angelo Kourkafas, dilansir Reuters, Sabtu (14/3/2026).

Indeks saham AS telah melemah dan volatilitas pasar ekuitas meningkat sejak perang Iran dimulai. Investor kini fokus pada pergerakan besar harga minyak, dengan minyak mentah AS sempat melonjak mendekati USD120 per barel pada awal pekan, sebelum ditutup pada Jumat di sekitar level yang diawasi ketat, yaitu USD100 per barel.

Iran menyatakan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak hingga USD200 setelah pasukannya menyerang kapal-kapal dagang sepanjang pekan ini.

Indeks acuan S&P 500 pada Jumat ditutup sekitar 5 persen di bawah rekor penutupan tertingginya pada akhir Januari, sekaligus mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Fed Berpotensi Menahan Suku Bunga Lebih Lama

The Fed diperkirakan memberikan sinyal mempertahankan suku bunga  ketika merilis pernyataan kebijakan pada pertemuan mendatang.

Bank sentral sempat menurunkan suku bunga tahun lalu untuk menopang pasar tenaga kerja yang melemah, namun menghentikan siklus pelonggaran pada Januari setelah menilai risiko terhadap lapangan kerja dan inflasi telah mereda.

Investor sebelumnya memperkirakan lebih banyak pemangkasan suku bunga akan terjadi tahun ini, yang biasanya akan mendukung harga saham dan aset lainnya. Namun ekspektasi tersebut kini mulai dikurangi karena kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akan mendorong inflasi lebih tinggi.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement