Sejak pecahnya konflik Iran pada akhir Februari lalu, dolar AS cenderung menguat karena investor menilai ekonomi AS relatif lebih terlindungi dari gejolak energi global mengingat statusnya sebagai salah satu eksportir energi utama dunia.
Penguatan dolar biasanya menjadi hambatan bagi emas karena membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Di sisi lain, investor kini menanti rilis data inflasi konsumen dan produsen AS yang dijadwalkan terbit pekan ini. Data tersebut akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai tekanan harga dan arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Sebelumnya, harga emas anjlok lebih dari 3 persen pada Jumat lalu setelah pasar mencerna laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Data menunjukkan ekonomi AS menciptakan 172.000 lapangan kerja baru pada Mei, jauh melampaui ekspektasi ekonom, sementara tingkat pengangguran bertahan di level 4,3 persen.