“Keberhasilan memperoleh kontrak di wilayah Cepu ini mencerminkan pengakuan pasar terhadap kualitas dan performa armada Jawara 24 meter yang dikembangkan ELPI. Capaian ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk terus memperkuat eksistensi di pasar internasional, khususnya pada segmen offshore,” ujar Sentono.
Lebih lanjut, kata dia, dua unit Jawara 24 meter lainnya masih memiliki peluang pasar, termasuk kawasan Middle East, dengan potensi kontrak pada periode kuartal I hingga kuartal II-2027.
“Permintaan terhadap kapal offshore dengan ukuran dan spesifikasi seperti Jawara 24 meter masih menunjukkan peluang yang positif. Dengan dukungan armada yang kompetitif serta pengalaman operasional ELPI, kami akan terus mengembangkan peluang pasar baru ke depan,” ujar Sentono.
Wawan menuturkan, alokasi penggunaan dana hasil HMETD untuk mendukung pengembangan armada perseroan, khususnya melalui pembangunan kapal untuk mendukung Proyek Genting Floating Liquified Natural Gas (FLNG) pada PT Layar Nusantara Gas, bagian dari Genting Group Malaysia, yang beroperasi di Teluk Bintuni, Papua Barat, dengan nilai kontrak mencapai Rp2,39 triliun.
"Proyek pembangunan kapal Multi Purpose Tug tersebut merupakan bagian dari kontrak pembangunan sebanyak 6 unit kapal yang ditargetkan untuk dilakukan delivery pada Juni 2027,” ujar Wawan.