Merujuk pada data Badan Pusat Statistik, Maulana memaparkan bahwa dari total 287 juta penduduk Indonesia, sebanyak 196 juta jiwa berada dalam rentang usia produktif (15–64 tahun). Bila dikaitkan dengan jumlah investor saat ini, cakupan penetrasi investasi nasional masih tergolong minim. Hal ini yang masih menjadi tantangan.
"Artinya, jika dibandingkan dengan jumlah investor saat ini yang sekitar 23 juta, masih terdapat peluang besar untuk mendorong kelompok usia produktif menjadi investor,” tuturnya.
Selain itu, Maulana menggarisbawahi adanya gap yang cukup signifikan antara angka literasi dengan inklusi di pasar modal. Tercatat, indeks literasi pasar modal berada di posisi 17 persen sedangkan tingkat inklusinya masih terbatas di angka 1,3 persen.
(NIA DEVIYANA)