Manajemen menegaskan, kepemilikan saham BTEL tersebut tidak bersifat material terhadap kegiatan usaha maupun kondisi keuangan Protelindo.
"Dalam menjalankan strategi bisnisnya, perseroan tetap berfokus pada pengembangan kegiatan usaha utamanya dan senantiasa mempertimbangkan setiap peluang bisnis secara selektif dengan memperhatikan kepentingan jangka panjang Perseroan dan para pemangku kepentingan," tutur manajemen.
Sebelum Protelindo masuk, struktur pemegang saham BTEL terdiri atas PT Huawei Tech Investment tercatat memiliki 16,13 persen, PT Mahindo Agung Sentosa sebesar 13,05 persen, PT Bioful ICPD3103J7636021NDO Sumatra menguasai 8,21 persen.
Lalu PT Bakrie Global Ventura sebesar 6,89 persen, Raiffeisen Bank International AG Singapore Branch S/A Best Quality Global Limited sebesar 5,77 persen, masyarakat atau pemegang saham warkat memiliki 49,65 persen saham serta saham treasuri tercatat sebesar 0,30 persen.
(DESI ANGRIANI)