“Kami memperkirakan kinerja laba pada semester II-2026 tetap solid, didukung oleh smelter dan precious metals refinery (PMR) yang telah beroperasi penuh, serta produksi katoda tembaga dan emas olahan yang lebih banyak terealisasi pada paruh kedua tahun ini,” tulis analis.
UOB Kay Hian juga mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp7.000 per saham.
Target tersebut menggunakan valuasi enterprise value to EBITDA (EV/EBITDA) 2026 sebesar 13,9 kali.
Sejumlah katalis yang dinilai dapat menopang saham AMMN antara lain kuatnya volume operasional pada semester II-2026 (2H26), peningkatan cadangan berdasarkan JORC, serta harga tembaga yang tetap tinggi sehingga berpotensi mendorong kinerja AMMN lebih kuat pada semester kedua.
Meski demikian, analis mencatat sejumlah risiko, termasuk ketidakpastian kebijakan pemerintah, fluktuasi harga komoditas dan stabilitas nilai tukar, serta potensi keterlambatan pengembangan proyek Elang. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.