Secara kumulatif, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada AMMN mencapai USD498 juta sepanjang semester I-2026, berbalik dari rugi USD149 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut UOB Kay Hian, realisasi tersebut setara dengan 43 persen dari estimasi laba AMMN untuk 2026 dan 53 persen dari konsensus. EBITDA juga melonjak 1.207 persen secara tahunan menjadi USD1,13 miliar.
Analis memperkirakan kinerja AMMN pada semester II-2026 tetap solid.
Hal ini didukung oleh smelter dan precious metals refinery (PMR) yang telah beroperasi penuh, serta produksi katoda tembaga dan emas olahan yang diperkirakan lebih banyak terealisasi pada paruh kedua tahun ini.
Dari sisi penjualan, volume konsentrat yang dijual AMMN pada 2Q26 melonjak tiga kali lipat secara kuartalan menjadi 90.066 dry metric ton (dmt), dari 30.013 dmt pada 1Q26. Dengan demikian, volume penjualan konsentrat sepanjang semester I-2026 mencapai 120.079 dmt.
Penjualan tembaga dalam konsentrat juga meningkat 178,9 persen secara kuartalan menjadi 53 juta pound pada 2Q26. Harga jual rata-rata (ASP) naik menjadi USD7,10 per pound dari USD5,87 per pound pada kuartal sebelumnya, sehingga ASP rata-rata semester I-2026 mencapai USD6,80 per pound.