Kenaikan beban keuangan sebesar 74,4 persen secara tahunan juga menyebabkan laba inti merosot 56 persen menjadi USD15,3 juta.
Menurut Benyamin, realisasi laba semester I-2026 baru memenuhi sekitar 13 persen dari konsensus laba sepanjang tahun sehingga jauh di bawah ekspektasi.
Namun, lemahnya kinerja tersebut lebih disebabkan faktor-faktor yang bersifat sementara.
Setidaknya terdapat tiga faktor utama yang menekan kinerja BRMS pada kuartal II-2026.
Pertama, produksi emas menurun akibat pekerjaan pushback di tambang River Reef, Poboya. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari tahapan penambangan yang telah direncanakan dan kini telah selesai, sehingga penambangan terbuka (open pit) diperkirakan kembali meningkat pada semester II-2026.