Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp813,97 miliar pada 2025, laba tahun berjalan perseroan tercatat Rp2,96 triliun atau turun 42,4 persen secara tahunan. Adapun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,93 triliun atau turun 42,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas PT Bukit Asam per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp22,62 triliun atau relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp22,64 triliun.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 11,3 persen secara tahunan menjadi Rp21,3 triliun, yang sebagian besar didominasi oleh kewajiban jangka pendek sebesar Rp12,73 triliun.
Adapun total aset perseroan hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp43,92 triliun atau naik 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah kas dan setara kas juga meningkat 9,4 persen menjadi Rp4,52 triliun dari posisi Rp4,13 triliun pada akhir 2024.
(Shifa Nurhaliza Putri)