Kinerja operasional juga didukung bisnis ketenagalistrikan. Penjualan listrik diperkirakan mencapai 2.323 gigawatt-hour (GWh), tumbuh 16,5 persen y-y, seiring ekspansi ELB, Ijen Geothermal, dan East Bali Solar PV.
BRI Danareksa juga mencatat Senoro Phase-2A telah beroperasi penuh pada Juni 2026. Sementara itu, Bualuang Renewal Plan Phase-1 menambah sekitar 2.000 barel minyak per hari (bopd) secara gross pada 2Q26.
Dari sisi keuangan, BRI Danareksa memperkirakan pendapatan MEDC pada 2Q26 mencapai USD804,5 juta, naik 20,4 persen q-q. Dengan demikian, pendapatan 1H26 diproyeksikan sekitar USD1,47 miliar, tumbuh 29,4 persen y-y.
EBITDA pada 2Q26 diperkirakan mencapai USD492 juta, melonjak 41 persen q-q. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan mencapai USD149 juta, naik 122,2 persen q-q dan 661,7 persen y-y.
Kenaikan laba tersebut antara lain ditopang oleh kontribusi yang semakin signifikan dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). BRI Danareksa memperkirakan kontribusi AMMN terhadap laba MEDC mencapai USD52,6 juta seiring ramp-up operasi smelter.