sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Laba Diproyeksi Melesat, Simak Target Terbaru Saham MEDC

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
10/09/2026 10:06 WIB
Saham emiten minyak dan gas (migas) PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat pada perdagangan Kamis (10/9/2026).
Laba Diproyeksi Melesat, Simak Target Terbaru Saham MEDC. (Foto: Medco)
Laba Diproyeksi Melesat, Simak Target Terbaru Saham MEDC. (Foto: Medco)

IDXChannel – Saham emiten minyak dan gas (migas) PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat pada perdagangan Kamis (10/9/2026), seiring prospek kinerja perseroan yang dinilai tetap solid.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.51 WIB, saham MEDC menguat 1,59 persen ke Rp1.600 per unit. Dalam sepekan, saham MEDC telah naik 7,74 persen.

Dalam riset terbarunya pada Kamis (10/9/2026), BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk MEDC dengan target harga Rp2.200 per saham berdasarkan metode sum-of-the-parts (SOTP).

BRI Danareksa menilai kinerja operasional MEDC pada semester I-2026 (1H26) tetap kuat. Produksi minyak dan gas (O&G) diperkirakan mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), tumbuh 18,9 persen secara tahunan (y-y) dan berada di batas atas panduan produksi perseroan untuk 2026.

Pada kuartal II-2026 (2Q26), produksi diperkirakan membaik menjadi 171 mboepd atau tumbuh 1,2 persen secara kuartalan (q-q), ditopang peningkatan produksi minyak dan gas.

Kinerja operasional juga didukung bisnis ketenagalistrikan. Penjualan listrik diperkirakan mencapai 2.323 gigawatt-hour (GWh), tumbuh 16,5 persen y-y, seiring ekspansi ELB, Ijen Geothermal, dan East Bali Solar PV.

BRI Danareksa juga mencatat Senoro Phase-2A telah beroperasi penuh pada Juni 2026. Sementara itu, Bualuang Renewal Plan Phase-1 menambah sekitar 2.000 barel minyak per hari (bopd) secara gross pada 2Q26.

Dari sisi keuangan, BRI Danareksa memperkirakan pendapatan MEDC pada 2Q26 mencapai USD804,5 juta, naik 20,4 persen q-q. Dengan demikian, pendapatan 1H26 diproyeksikan sekitar USD1,47 miliar, tumbuh 29,4 persen y-y.

EBITDA pada 2Q26 diperkirakan mencapai USD492 juta, melonjak 41 persen q-q. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan mencapai USD149 juta, naik 122,2 persen q-q dan 661,7 persen y-y.

Kenaikan laba tersebut antara lain ditopang oleh kontribusi yang semakin signifikan dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). BRI Danareksa memperkirakan kontribusi AMMN terhadap laba MEDC mencapai USD52,6 juta seiring ramp-up operasi smelter.

Secara kumulatif, laba bersih MEDC pada 1H26 diperkirakan mencapai sekitar USD216 juta, tumbuh 148 persen y-y atau setara 56 persen dari proyeksi laba bersih sepanjang 2026.

Selain kinerja operasional, BRI Danareksa melihat harga minyak yang masih tinggi menjadi katalis bagi MEDC. Harga Brent bertahan di sekitar USD100 per barel sejak Juli 2026.

Di sisi lain, cadangan strategis minyak Amerika Serikat (AS) telah turun ke sekitar 286 juta barel, level terendah sejak November 1982. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pasar minyak masih berada dalam kondisi yang relatif ketat.

Menurut BRI Danareksa, kombinasi operasi O&G yang solid, harga minyak yang kokoh, serta kontribusi AMMN yang mulai signifikan menciptakan beberapa pendorong pemulihan laba MEDC.

Prospek pertumbuhan produksi juga dinilai tetap terbuka dengan sejumlah proyek yang berjalan sesuai rencana, termasuk Senoro, Bualuang, dan Sambar. Pipeline tersebut memberikan visibilitas terhadap pertumbuhan produksi MEDC ke depan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement