Meski kinerja secara akuntansi tertekan, arus kas (operating cash flow) Hexindo menunjukkan cerita yang berbeda. Arus kas dari aktivitas operasi melesat 329 persen menjadi USD103 juta.
Kenaikan tersebut disumbang penerimaan dari pelanggan yang meningkat 16 persen menjadi USD559,8 juta. Piutang usaha turun 27 persen menjadi USD113 juta, menandakan penagihan piutang yang lebih baik. Di samping itu, perseroan mencatat uang muka pelanggan naik 138 persen menjadi USD8,1 juta.
Dari sisi liabilitas, utang bank Hexindo juga turun 44 persen menjadi USD93,3 juta setelah melakukan pembayaran utang hingga USD217,6 juta. Sebagian dialihkan ke utang usaha yang menunjukkan kenaikan 49 persen menjadi USD97 juta.
Secara umum, aset Hexindo turun 11 persen menjadi USD407 juta seiring dengan penurunan liabilitas hingga 17 persen menjadi USD221,7 juta. Posisi kas juga turun menjadi USD14 juta. Adapun ekuitas turun tipis 3,5 persen menjadi USD165 juta akibat pembayaran dividen kepada pemegang saham.
(Rahmat Fiansyah)