Dalam corporate presentation TOBA, pergeseran bauran pendapatan telah terlihat sejak kuartal I-2026 dan kembali meningkat pada kuartal II-2026.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey, menilai perubahan komposisi pendapatan menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan transformasi bisnis TOBA.
“Yang menarik bukan hanya laba kotornya tumbuh lebih dari dua kali lipat, tetapi sumber pertumbuhannya mulai semakin terdiversifikasi. Ketika bisnis non-batu bara sudah menjadi mayoritas pendapatan dan kontribusinya terus meningkat, pasar mendapatkan indikator yang lebih konkret bahwa transformasi portofolio mulai masuk ke tahap monetisasi,” kata Andhika.
Bisnis pengelolaan limbah menjadi kontributor terbesar dari pertumbuhan bisnis non-batu bara tersebut. Pendapatan segmen ini tumbuh 77,8 persen secara tahunan menjadi USD105,9 juta dari USD59,6 juta.
Laba kotor segmen pengelolaan limbah juga meningkat 91,9 persen menjadi USD17,6 juta, sementara marginnya naik menjadi 16,6 persen dari 15,4 persen.