EBITDA bisnis pengelolaan limbah tercatat lebih dari dua kali lipat menjadi USD23,6 juta. Segmen ini menyumbang sekitar 61,2 persen pendapatan dan 92 persen EBITDA konsolidasi TOBA.
Kinerja tersebut ditopang sejumlah bisnis pengelolaan limbah TOBA di Indonesia dan Singapura.
Cora Environment di Singapura mengelola sekitar 752.000 ton limbah, Asia Medical Enviro Services sekitar 2.100 ton, sementara ARAH Environmental di Indonesia mengelola sekitar 5.800 ton limbah sepanjang periode tersebut.
Menurut Andhika, kontribusi pengelolaan limbah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena karakter bisnisnya berbeda dibandingkan komoditas.
“Waste management berpotensi memberikan recurring income yang lebih stabil. Jika skala operasi terus bertambah dan utilisasi aset tetap terjaga, segmen ini dapat menjadi salah satu jangkar profitabilitas TOBA ketika kontribusi bisnis berbasis komoditas semakin dikurangi,” ujarnya.