Perbaikan ini berdampak pada semakin sehatnya rasio keuangan, di antaranya debt to equity ratio (DER) yang semakin rendah, mencerminkan struktur permodalan yang lebih kuat dan tingkat leverage yang semakin terkendali. Selain itu, penurunan beban keuangan turut mendorong peningkatan kemampuan SMBR dalam memenuhi kewajiban pembayaran bunga (interest coverage ratio).
General Manager of Corporate Secretary SMBR, Hari Liandu menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari strategi transformasi dan disiplin keuangan yang konsisten dijalankan perseroan.
Sejalan dengan kinerja positif tersebut, pada 2026, SMBR mempertahankan peringkat kredit dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yaitu idAA- dengan outlook stabil. Peningkatan rating ini mencerminkan posisi keuangan Perseroan yang semakin solid, didukung oleh perbaikan kinerja operasional, penguatan struktur permodalan, serta profil risiko yang semakin terjaga.
"Kinerja tahun 2025 menunjukkan bahwa SMBR berada pada jalur pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Kami tidak hanya fokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memastikan efisiensi biaya, penguatan struktur permodalan, serta pengelolaan liabilitas yang prudent. Rating dari Pefindo menjadi validasi atas fundamental keuangan perseroan yang semakin kuat," ujar Hari melalui keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Lebih lanjut, Hari menegaskan, SMBR akan terus mengedepankan strategi pertumbuhan yang selektif dan berkelanjutan, termasuk optimalisasi operasional, efisiensi biaya, serta pemanfaatan sinergi dengan induk usaha guna menghadapi dinamika industri semen nasional.