Pertumbuhan realisasi penjualan tersebut, menurut Vita, ditopang oleh penjualan domestik yang naik 9,7 persen secara tahunan, utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong, yang mengalami kenaikan signifikan, yaitu sebesar 11,2 persen.
Positifnya kinerja penjualan itu sendiri, dikatakan Vita, merupakan hasil konkret dari proses transformasi Perseroan dalam hal strategi penjualan di pasar mikro, yang dijalankan lewat penguatan retail sales, dengan mempertajam pola bisnis, hingga menjangkau toko-toko bangunan.
Tak hanya itu, SIG diketahui juga melakukan penguatan brand presence dan product knowledge di tingkat toko, guna mengedukasi sekaligus memperkuat loyalitas konsumen di pasar.
Melalui program Akademi Jago Bangunan, SIG juga menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan untuk meningkatkan engagement dengan para tenaga konstruksi.
Di lain pihak, dari sisi efisiensi, Vita mengeklaim bahwa pihaknya telah melakukannya secara ketat, dan dijalankan secara disiplin serta konsisten, yang di antaranya berhasil membuat beban pokok pendapatan terkendali di angka 11,1 persen (yoy), melalui peningkatan volume penjualan serta kenaikan biaya bahan bakar dan energi.