sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Laba TIMAH (TINS) Meroket Jadi Rp1,5 Triliun di Kuartal I-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
02/05/2026 13:45 WIB
PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) mencetak kinerja impresif pada awal 2026, seiring masih tingginya harga komoditas timah.
PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) mencetak kinerja impresif pada awal 2026, seiring masih tingginya harga komoditas timah. (Foto: Ist)
PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) mencetak kinerja impresif pada awal 2026, seiring masih tingginya harga komoditas timah. (Foto: Ist)

“Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid, ditopang oleh pencapaian kinerja operasional yang cukup signifikan serta konsistensi strategi optimalisasi dan efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis, sehingga perseroan berhasil melampaui target laba yang telah ditetapkan,“ ujar Direktur Utama TIMAH, Restu Widiyantoro dalam keterangan resmi, Sabtu (2/5/2026).

Harga rata-rata timah global melonjak seiring mengetatnya pasokan. Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price London Metal Exchange (LME) di kuartal I-2026 mencapai USD48.679,68 per metrik ton, meningkat 35 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar USD31.804,37 per metrik ton.

Dari sisi permintaan, struktur konsumsi timah menunjukkan perbaikan yang positif. Sekitar 50 persen permintaan ditopang oleh segmen solder yang terintegrasi dengan industrisemi konduktor dan elektronik. Prospek segmen ini tetap kuat, didorong oleh tren struktural jangka panjang seperti akselerasi kecerdasan buatan (AI), ekspansi pusat data, pengembangan penyimpanan energi, dan peningkatan investasi pada infrastruktur kelistrikan.

Persediaan timah di gudang LME pada akhir Maret 2026 berada di posisi 8.700 ton, naik 61 persen dari awal tahun 2026 di posisi 5.415 ton. Berdasarkan CRU Tin Monitor, pertumbuhan produksi logam timah global di kuartal I 2026 sebesar 90.645 ton, sedangkan konsumsi logam timah global diperkirakan sebesar 89.036 ton.

Sampai dengan 31 Maret 2026, perseroan mencatat produksi bijih timah sebesar 6.312 ton Sn atau naik 96 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.225 ton Sn. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan produktivitas dan jumlah unit operasi pada sejumlah objek produksi termasuk Kapal Isap Produksi (KIP) Perusahaan, Ponton Isap Produksi (PIP), serta Tambang Darat Kemitraan (Tambang Kecil dan Tambang Ponton Isap Darat). 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement