Beberapa kegiatan usaha baru yang akan digarap antara lain pengeloaan fasilitas gelanggang dan olahraga, aktivitas hotel, aktivitas penyediaan makanan, pengolahan air minum dan limbah, konstruksi jalan, flyover, utilitas, danbangunan sipil, transportasi dasar, jasa periklanan, kebersihan, sertifikasi, inspeksi, verifikasi, dan pengujian serta jasa telekomunikasi.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh JPP Guntur, Kei, Andri, dan Rekan, rencana penambahan KBLI ini layak dengan potensi Net Present Value (NPV) sebesar Rp1,97 triliun.
Di samping itu, perseroan juga tidak perlu mengeluarkan belanja modal untuk ekspansi usaha ini. Ketiadaan belanja investasi ini membuat perhitungan Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index, dan Payback Period dikesempingkan dalam analisis.
(Rahmat Fiansyah)