“Selama selisih yield tidak diselesaikan, modal tetap keluar sehingga IHSG berpotensi mengalami tekanan jual,” tulis MNC Sekuritas.
MNC Sekuritas juga melihat penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SVBI) berpotensi meningkat apabila rupiah terus melemah.
Instrumen tersebut dapat membantu menarik likuiditas kembali ke sistem keuangan domestik sehingga pergerakan IHSG berpotensi memasuki fase konsolidasi.
Di sisi lain, kebijakan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dapat menjadi salah satu penopang rupiah.
Dengan memperkuat pasokan dolar di pasar domestik, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi kebutuhan penggunaan cadangan devisa untuk stabilisasi sekaligus membuka ruang bagi pemulihan IHSG.