"Selama 37 menjadi investor saham di Bursa Efek Indonesia, setiap (IHSG) turun, dia akan naik lebih tinggi dari sebelumnya," katanya.
Lo juga menyoroti saham-saham perbankan besar (big banks) seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Tanpa menyebut nama bank tersebut, Lo mengungkapkan ada bank besar yang menawarkan imbal hasil dividen (dividend yield) hingga 14 persen per tahun.
Dengan yield setinggi itu, kata Lo, kondisi saat ini menjadikan saham-saham Indonesia sebagai instrumen investasi yang sangat menarik. Dia membandingkannya dengan imbal hasil deposito yang rata-rata 6 persen per tahun.
"Coba kalau kita misalnya deposito di bank, bunganya 6 persen per tahun, dipotong pajak 20 persen tinggal 4,8 persen. Kalau kita beli surat utang negara, mungkin 7-8 persen, dipotong pajak 10 persen, tinggal 7 persen," tuturnya.
(Rahmat Fiansyah)