sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Lo Kheng Hong Sebut Pasar Modal Sedang Hujan Emas usai IHSG Tertekan Sepanjang 2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
05/11/2026 16:39 WIB
Investor senior Lo Kheng Hong (LKH) menyebut penurunan IHSG saat ini merupakan kesempatan emas untuk memborong saham-saham Indonesia.
Investor senior Lo Kheng Hong (LKH) menyebut penurunan IHSG saat ini merupakan kesempatan emas untuk memborong saham-saham Indonesia. (Foto: Ist)
Investor senior Lo Kheng Hong (LKH) menyebut penurunan IHSG saat ini merupakan kesempatan emas untuk memborong saham-saham Indonesia. (Foto: Ist)

"Selama 37 menjadi investor saham di Bursa Efek Indonesia, setiap (IHSG) turun, dia akan naik lebih tinggi dari sebelumnya," katanya.

Lo juga menyoroti saham-saham perbankan besar (big banks) seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Tanpa menyebut nama bank tersebut, Lo mengungkapkan ada bank besar yang menawarkan imbal hasil dividen (dividend yield) hingga 14 persen per tahun.

Dengan yield setinggi itu, kata Lo, kondisi saat ini menjadikan saham-saham Indonesia sebagai instrumen investasi yang sangat menarik. Dia membandingkannya dengan imbal hasil deposito yang rata-rata 6 persen per tahun.

"Coba kalau kita misalnya deposito di bank, bunganya 6 persen per tahun, dipotong pajak 20 persen tinggal 4,8 persen. Kalau kita beli surat utang negara, mungkin 7-8 persen, dipotong pajak 10 persen, tinggal 7 persen," tuturnya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement