Sementara posisi keuangan perseroan cukup kuat dengan aset Rp15,8 triliun di mana Rp7,8 triliun bebentuk kas dan setara kas. Liabilitas turun menjadi Rp1,42 triliun, sedangkan ekuitas meningkat menajdi Rp14,4 triliun.
Secara operasional, Lonsum mencatat penurunan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 3 persen menjadi 243 ribu ton. Produksi CPO relatif stabil di angka 65 ribu ton, sedangkan Oil Extration Rate (OER) naik dari 21,6 persen menjadi 22,4 persen.
Penjualan CPO mencapai 73 ribu ton, naik 12 persen dibandingkan kuartal I-2025 yang sebesar 65 ribu ton. Sementara penjualan produk PK, PKO, dan PKE stabil di kisaran 19 ribu ton.
Hingga 31 Maret 2026, Lonsum mengoperasikan 111.150 hektare (ha) perkebunan dengan rincian 90,9 ribu merupakan perkebunan sawit, 16,2 ribu karet, dan 3,9 ribu tanaman lain.
(Rahmat Fiansyah)